Langsung ke konten utama

Karam


Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal
Pada akhirnya itu bukanlah suatu yang esensial
Aku yakin aku tidak akan selamat dari ini kapal

Kenakan air matamu laiknya riasan
Meski itu terlalu berlebihan
Tapi seni sudah langis
Jangan menangis

Biarkan aku tenggelam
Menyelam lebih dalam
Dorong kepalaku
Cekik aku sampai karam

Melayanglah kepercayaan
Tergelincirlah kerongkongan
Hingga relung penghabisan

Begitu dingin
Tapi ini tempat aku 'kan bersemayam
Nyaman dalam kesakitan

Seperti mesin
Setiap hari aku dikekang
Bernapas 'tuk bertahan

Aku 'kan terus menanti
Mengubur segala mimpi
Dan hanya ingin berhenti


Ji elbatawi
Jakarta, September 2021

Diadaptasi dari lagu The Warning - Choke

Komentar

Postingan Populer

Penulis X Pembicara

Dua, ragam bahasa berdasarkan medianya. Yaitu lisan dan tulis. Meski sama-sama dalam konteks berbahasa, tapi setiap media memiliki keilmuan yang berbeda, terutama pada susunan kata, intonasi dan tanda baca. Fungsi intonasi dalam berbicara sama dengan fungsi tanda baca dalam menulis. Namun, yang mahir memainkan intonasi belum tentu bisa menuliskan tuturannya menjadi kalimat dengan penggunaan tanda baca yang tepat. Sedangkan yang cermat menggunakan tanda baca pasti tahu bagaimana mengintonasikan tulisannya. Akan tetapi, bahasa tulisan akan terdengar kaku jika dituturkan mentah-mentah oleh penulisnya.

Tanpa Perasaan

' Kau hanya menghubungiku kala malam sampai pagi Memintaku menemani insomniamu yang makin jadi Kemudian kau pergi beraktivitas hingga malam lagi Dan kembali kau menghubungiku Berkeluh-kesah tentang hari itu Tentang pekerjaanmu yang tiada sudah Tentang rekan kerjamu yang banyak tingkah Tentang kekasihmu yang 'buatmu serba salah Tentang keluargamu yang tak selayaknya rumah Aku jaga aibmu Aku jaga rahasiamu Aku jaga bahkan ragamu Tapi hatimu ... Aku senang dimanfaatkan Aku senang mendengarkan Aku senang berbagi pengalaman Tapi aku tak senang melibatkan perasaan Ji elbatawi Jakarta, Desember 2021