Langsung ke konten utama

Merdeka Sukarela


Hidup dalam keterbatasan
Dengan uang yang pas-pasan
Dan habis tak tersisa demi 17-an
Di tempat tinggal pun sekolahan
 
Sebagai wali murid dan warga
Dipaksa menyumbang untuk hal sia-sia
Bukankah kesejahteraan rakyat lebih utama
Daripada acara yang hanya huhu-haha
 
"Sumbangan sukarela," katanya
Tapi ada batasan minimal nominalnya
Berdasarkan hasil rapat beberapa pejabat
Dengan tanpa memedulikan rakyat yang melarat
 
Dan di akhir acara
Panitia bertamasya ria
Dengan "sisa dana," katanya
Sementara ada bocil menangis tak dapat hadiah
 
Bukan salah acaranya
Hanya tak suka caranya
17 Agustus bukan lagi peringatan kemerdekaan
Melainkan penjajahan jua berbalut kesukarelaan
 
 
Jakarta, Agustus 2022
Arfan & Ji elbatawi

Komentar