Langsung ke konten utama

Surat Semoga Tak Sampai

As-salamu 'alaikum, Manis. Aku rasa, pertanyaan apa kabar tidaklah perlu. Karena, siapapun pasti tau, kamu sudah punya keluarga kecil yang bahagia selalu. Jangan khawatir, aku turut bahagia, kok. Ya ... meski belum sepenuhnya move on.

Aku senang mengikuti setiap postinganmu yang selalu inspiratif. Tentang refleksi dirimu yang makin arif. Tentang dukunganmu pada rutinitas suamimu yang positif. Tentang aktivitas anakmu yang kian hari makin kreatif, yang notabene selalu kamu berikan mainan-mainan edukatif. Tidak seperti anak-anak generasi terkini, yang dibiarkan ketergantungan gadget sejak usia dini.

Hai, Manis. Masalahku sekarang adalah, bagaimana aku bisa move on, jika kamu sesempurna itu? Apa ada, yang lebih baik darimu?

Sekali lagi, kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan mengusik kebahagiaan kalian. Aku cukup sadar diri, kalaupun kamu bersamaku, aku belum tentu bisa mengiringimu sampai seperti demikian.

Dan tak lupa aku ucapkan selamat ulang tahun. Semoga kalian bahagia dan berkah selalu. Begitu pun aku.


Ji elbatawi
Jakarta, 26 September 2021

Komentar

Postingan Populer

Email 3 Pagi

Jam 3 pagi kau mengirimkanku email Dua paragraf formal yang cukup detail Aku memastikan, "Ini benar kamu?" "Iya. Plis, aku perlu bantuan kamu." Paragraf pertama berucap salam dan maaf mengirim pesan di jam tiga Paragraf kedua memohon bantuan yang mana hanya aku yang bisa Ingin sekali kuberi syarat agar pindah ke WhatsApp Namun ini hal profesionalitas dan tanggung jawab Dan benar, hanya sebatas pekerjaan Kau berterima kasih dan berpamitan Tiada satupun pertanyaan pribadi Tiadakah kerinduan di hatimu tadi? Setidaknya kau t'lah menjawab baitku dua tahun lalu Bahwa kita kan jumpa lagi pada kebetulan yang baru Ji elbatawi Jakarta, Maret 2021

Kamu Terlalu Baik

Menjauhlah dari orang yang menganggap kamu terlalu baik. Itu hanyalah kata lain bahwa mereka tidak sanggup mengapresiasi dan menerima orang sebaik kamu dalam hidupnya. Mereka tidak sanggup melihat kamu berbuat baik kepada banyak orang terutama kepada yang lawan jenis. Mereka merasa takut. Padahal, jauh dalam lubuk hatinya, mereka menginginkan kekasih yang baik. Orang seperti itu pada akhirnya hanya akan menyakitimu, meninggalkanmu dan bersikap seolah kamu telah melakukan kesalahan. Tapi kamu tidak perlu merasa menyesal, atas ketulusan setiap perbuatan baik yang pernah kaulakukan selama ini. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik jua?