Menghindari ingar bingar metropolitan
yang kapan saja bisa membunuhku perlahan
Mengasingkan diri ke pedalaman
menyelesaikan suatu proyek tulisan
Mereka bilang rumah ini angker
Tapi tidak bagiku yang introver
Mula-mula ada yang mengintip tanpa berkedip
Seperti penasaran ingin berkenalan
Seiring waktu mereka justru menemani
Membuatku tak merasa sendiri dan sepi
Bahkan ada yang sering kali memperhatikanku dari belakang
Seolah mengawasiku agar tak lupa pada tujuanku datang
Keberadaan makhluk astral
Membuat imajiku makin universal
Terkadang ada yang berbisik
Memberi ide yang harus kuketik
Ada pula yang menertawakan
Tiap kali otakku menemui kebuntuan
Sesekali ada yang mencolek
Membuyarkan kantuk agar aku kembali melek
Ada jua yang suka memberi terapi kejut
Memastikan jantungku masih berdenyut
Aku tidak merasa terganggu oleh mereka
Setidaknya tidak seperti teman manusia
Yang tidak bisa melihat teman berkarya
Ji elbatawi
Jakarta, September 2021
Mereka yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah, mereka yang kita benci dan kita anggap meremehkan Corona, bisa saja lebih mengetahui mengenai fakta-fakta di balik itu semua. Karena mereka tetap keluar rumah, karena mereka tetap harus banyak berinteraksi, karena mereka tetap saling berkunjung, karena mereka tetap saling berdiskusi. Sedangkan kita hanya di rumah saja, rebahan, nonton Tv, main Hp, yang akhirnya termakan media. Ya, Corona itu nyata, mereka tahu itu dan tidak meremehkannya. Hanya saja mereka juga tahu bahwa menjaga diri dari Corona tidak perlu seberlebihan itu. Lagi pula mereka tidak memprovokasi kita untuk menentang pemerintah. Mereka hanya ingin kita semua bisa saling mengerti keyakinan masing-masing dalam menyikapi Corona. Mungkin bagi kita sikap mereka yang tetap keluar rumah itu membahayakan, karena bisa saja mereka tanpa sadar membawa virus ke setiap kunjungan. Namun, mungkin juga bagi mereka justru sikap kita yang terus di rumah saja i...
Komentar
Posting Komentar