Langsung ke konten utama

Konsentrasi, Tapi Jangan Fokus

 

Sebelumnya saya kesal pada orang-orang yang tidak bisa tetap mendengarkan kita bicara sekalipun sembari main handphonekarena saya bisa. Sampai akhirnya saya berpikiran, "Kayaknya enak, deh, mereka: ketika sholat pasti bisa khusyuk, tidak mudah terganggu oleh suara-suara di sekitar; tidak seperti saya, mudah sekali terdistraksi."

 

Ayah saya seorang pecinta musik. Sedari kecil saya sudah diperdengarkan beberapa aliran musik. Dan di masa Sekolah Dasar, saya mendapatkan informasi dari televisi bahwa belajar sambil mendengarkan musik dapat membantu konsentrasi serta meningkatkan daya ingat otak.

 

Sejak itu maka saya amalkan informasi tersebut sampai masa kuliah, yang ternyata berefek samping saya jadi terlatih dan terbiasa membagi fokus otak. Sedangkan belakangan yang saya pahami, musik yang dimaksud pada informasi televisi itu adalah musik klasik yang tidak berlirik. Saya yang saat itu masih anak Sekolah Dasar mana tahu apa itu musik klasik.

 

 

Ji elbatawi

Jakarta, November 2020

Komentar

Postingan Populer

Email 3 Pagi

Jam 3 pagi kau mengirimkanku email Dua paragraf formal yang cukup detail Aku memastikan, "Ini benar kamu?" "Iya. Plis, aku perlu bantuan kamu." Paragraf pertama berucap salam dan maaf mengirim pesan di jam tiga Paragraf kedua memohon bantuan yang mana hanya aku yang bisa Ingin sekali kuberi syarat agar pindah ke WhatsApp Namun ini hal profesionalitas dan tanggung jawab Dan benar, hanya sebatas pekerjaan Kau berterima kasih dan berpamitan Tiada satupun pertanyaan pribadi Tiadakah kerinduan di hatimu tadi? Setidaknya kau t'lah menjawab baitku dua tahun lalu Bahwa kita kan jumpa lagi pada kebetulan yang baru Ji elbatawi Jakarta, Maret 2021

Kamu Terlalu Baik

Menjauhlah dari orang yang menganggap kamu terlalu baik. Itu hanyalah kata lain bahwa mereka tidak sanggup mengapresiasi dan menerima orang sebaik kamu dalam hidupnya. Mereka tidak sanggup melihat kamu berbuat baik kepada banyak orang terutama kepada yang lawan jenis. Mereka merasa takut. Padahal, jauh dalam lubuk hatinya, mereka menginginkan kekasih yang baik. Orang seperti itu pada akhirnya hanya akan menyakitimu, meninggalkanmu dan bersikap seolah kamu telah melakukan kesalahan. Tapi kamu tidak perlu merasa menyesal, atas ketulusan setiap perbuatan baik yang pernah kaulakukan selama ini. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik jua?