Langsung ke konten utama

Diketawain Corona



Jaga jarak antar sesama
Diketawain lu sama Corona
Jadi pada saling curiga

Pakai masker kemana-mana
Diketawain lu sama Corona
The new normal katanya

Cuci tangan dimana-mana
Diketawain lu sama Corona
Ketahuan sebelumnya biasa hidup jorok

Pulang ke rumah gak cium tangan orang tua
Diketawain lu sama Corona
Jadi gak berkah kegiatan lu seharian

Semua nurut di rumah aja
Diketawain lu sama Corona
Melemahkan ekonomi negara

Work from home istilahnya
Diketawain lu sama Corona
Pekerja lapangan dijadikan tumbal

Pengajian tawaquf lebih segera
Diketawain lu sama Corona
Mall aja tetap terus buka

Sholat Jum'at di rumah aja
Diketawain lu sama Corona
Jadi ketaker ilmu lu semana

Sholat tarawih di rumah aja
Diketawain lu sama Corona
Jadi ketahuan kepala keluarga yang gak bisa jadi imam

Peribadahan berjamaah sembunyi-sembunyi
Diketawain lu sama Corona
Konser musik aja masih bisa menggema

Toko-toko kecil ditutup paksa
Diketawain lu sama Corona
Toko-toko besar dibiarkan ramai

Transportasi murah dibuat langka
Diketawain lu sama Corona
Transportasi mahal tetap beroperasi

Nguntungin pemerintah
Diketawain lu sama Corona
Bantuan sosial tidak merata

Mudik dilarang
Diketawain lu sama Corona
Pulang kampung aja gapapa

Sebagian panik, sebagian jumawa
Diketawain lu sama Corona
Termakan media


Ji elbatawi
Jakarta, Mei 2020



Baca jua, Termakan Media..

Komentar

Postingan Populer

Email 3 Pagi

Jam 3 pagi kau mengirimkanku email Dua paragraf formal yang cukup detail Aku memastikan, "Ini benar kamu?" "Iya. Plis, aku perlu bantuan kamu." Paragraf pertama berucap salam dan maaf mengirim pesan di jam tiga Paragraf kedua memohon bantuan yang mana hanya aku yang bisa Ingin sekali kuberi syarat agar pindah ke WhatsApp Namun ini hal profesionalitas dan tanggung jawab Dan benar, hanya sebatas pekerjaan Kau berterima kasih dan berpamitan Tiada satupun pertanyaan pribadi Tiadakah kerinduan di hatimu tadi? Setidaknya kau t'lah menjawab baitku dua tahun lalu Bahwa kita kan jumpa lagi pada kebetulan yang baru Ji elbatawi Jakarta, Maret 2021

Kamu Terlalu Baik

Menjauhlah dari orang yang menganggap kamu terlalu baik. Itu hanyalah kata lain bahwa mereka tidak sanggup mengapresiasi dan menerima orang sebaik kamu dalam hidupnya. Mereka tidak sanggup melihat kamu berbuat baik kepada banyak orang terutama kepada yang lawan jenis. Mereka merasa takut. Padahal, jauh dalam lubuk hatinya, mereka menginginkan kekasih yang baik. Orang seperti itu pada akhirnya hanya akan menyakitimu, meninggalkanmu dan bersikap seolah kamu telah melakukan kesalahan. Tapi kamu tidak perlu merasa menyesal, atas ketulusan setiap perbuatan baik yang pernah kaulakukan selama ini. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik jua?