Langsung ke konten utama

Teman Curhat Yang Baik

Teman curhat yang baik itu bukan yang sekadar diam dan mendengarkan. Teman curhat yang baik itu...

Mula-mula, lu harus peka ketika teman lu sedang ada masalah atau unek-unek yang ingin diluapkan.

Kemudian, lu harus mengawali dialog dengan teguran yang asik, tanpa kesan mengejek, untuk—secara tidak langsung—mempersilakan dia menceritakan permasalahannya, serta membuka diri secara bahasa tubuh agar ia merasa nyaman untuk menceritakannya.

Dan di setiap jeda ia curhat, lu harus meresponnya dengan berkomentar yang asik, tanpa kesan menyalahkan, sekalipun ia memang salah, disertai dengan gestur yang memberikan kenyamanan dan menenangkan.

Setelah selesai ia mengeluarkan unek-uneknya, usahakan lu bisa memberikan solusi atas permasalahannya, minimal berikan kata-kata yang menenangkan.

Belum cukup sampai di situ. Karena lu udah membuat dia mengeluarkan unek-uneknya, privasinya, maka lu harus bertanggung jawab untuk menjaga rahasia itu, tidak menceritakannya kepada siapapun, kecuali kepada orang yang menurut lu lebih ahli dan bisa memberikan solusi terbaik, itupun sebaiknya dengan tanpa menyebutkan nama, kecuali jika memang diperlukan demi solusi khusus.

Nah, itu jika prosesinya secara kontak langsung. Berbeda jika via chat atau telepon, maka full lu harus pandai menggunakan gaya bahasa yang asik.


Ji elbatawi

Komentar

Postingan Populer

Email 3 Pagi

Jam 3 pagi kau mengirimkanku email Dua paragraf formal yang cukup detail Aku memastikan, "Ini benar kamu?" "Iya. Plis, aku perlu bantuan kamu." Paragraf pertama berucap salam dan maaf mengirim pesan di jam tiga Paragraf kedua memohon bantuan yang mana hanya aku yang bisa Ingin sekali kuberi syarat agar pindah ke WhatsApp Namun ini hal profesionalitas dan tanggung jawab Dan benar, hanya sebatas pekerjaan Kau berterima kasih dan berpamitan Tiada satupun pertanyaan pribadi Tiadakah kerinduan di hatimu tadi? Setidaknya kau t'lah menjawab baitku dua tahun lalu Bahwa kita kan jumpa lagi pada kebetulan yang baru Ji elbatawi Jakarta, Maret 2021

Kamu Terlalu Baik

Menjauhlah dari orang yang menganggap kamu terlalu baik. Itu hanyalah kata lain bahwa mereka tidak sanggup mengapresiasi dan menerima orang sebaik kamu dalam hidupnya. Mereka tidak sanggup melihat kamu berbuat baik kepada banyak orang terutama kepada yang lawan jenis. Mereka merasa takut. Padahal, jauh dalam lubuk hatinya, mereka menginginkan kekasih yang baik. Orang seperti itu pada akhirnya hanya akan menyakitimu, meninggalkanmu dan bersikap seolah kamu telah melakukan kesalahan. Tapi kamu tidak perlu merasa menyesal, atas ketulusan setiap perbuatan baik yang pernah kaulakukan selama ini. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik jua?