Langsung ke konten utama

Hanyalah Harap

Pertama lihatmu berhijab
Aku gagap
Tiada yang bisa kuucap

Segala sensasi yang meresap
Baru kini bisa kuungkap

Personamu semakin cakap
Terlihat lebih gemerlap
Membuatku semakin berharap

Rindu yang telah mengendap
Kini kembali meluap

Namun, aku terperangkap
Di balik sampul kitab
Karena jika tiada jawab
Maka harap hanyalah harap


Jakarta, September 2015
Ji elbatawi

Komentar

Postingan Populer

Dalil Gondrong

Cukur itu rutinitas konyol. Setiap hari kita rawat rambut ini. Sampai suatu hari ada yang bilang rambut kita sudah kepanjangan. Lalu kita cukur, serta membayar jasa pencukur. Rambut kita dikumpulkan, kemudian mereka menjualnya. Mereka dua kali mendapat uang, sedang kita harus merawat rambut ini dari awal lagi. Dengan biaya, tentunya. Ya.. kalau tidak dirawat, kan, nggak nyaman, sekalipun belum panjang. Terus begitu, sampai rambut kita dibilang sudah kepanjangan lagi. "Rapihkan!" Cukur lagi. Sekolah tidak boleh gondrong, kerja tidak boleh gondrong. Apa rambut panjang tidak bisa rapih?? Sekarang sudah jamannya Pomade, Boss, dimana rambut bisa diatur sesuai keinginan dan bertahan sampai seharian. Apalagi kalau sudah bisa diikat, auto rapih, tanpa perlu Pomade, cukup seutas karet. Ah, kalian hanya sirik saja karena tidak mampu merawat rambut sampai panjang.